Mencegah Retak Dingin Pengelasan

kawat las beranda

Pada pengelasan, retak dingin dapat dicegah dengan metode-metode berikut ini :

Metode Pertama :

Pengurangan jumlah daya sebar hidrogen dan penggunaan kawat las las berkualitas tinggi Keberadaan hidrogen adalah penyebab terbesar terjadinya retak dingin. Kandungan hidrogen pada logam las bervariasi dan tergantung pada tingkat kekeringan fluks kawat las, kotoram,  kelembaban,  lemak  dan minyak pada permukaan kampuh las, dan kelembaban udara. Untuk mencegah terjadinya retak dingin, kandungan  hidrogen harus diminimalkan. Untuk tujuan ini, perlu untuk menggunakan kawat las hidrogen rendah, kering dan ditangani secara tepat, serta permukaan kampuh las yang kering dan bersih. Pemanasan awal dan pemanasan secara cepat setelah pengelasan juga efektif untuk pelepasan hidrogen. Pemanasan awal yang lebih tinggi dari 100  derajat C dan pendinginan pada suhu rendah memicu pelepasan hidrogen, membantu mencegah retak dingin.

Metode Kedua:

Mencegah perkerasan dari daerah pengaruh panas dan penggunaan baja kualitas tinggi jika kandungan karbon dalam baja tinggi, daerah pengaruh panas dapat menjadi struktur yang keras, rapuh dan daya regang rendah, disebut “Martensite”, di mana retak dingin cenderung terjadi. Luasan di mana daerah pengaruh panas mengeras karena pengelasan tergantung pada tingkat pendinginan yang dilakukan secara cepat setelah pengelasan dan tergantung pada kadar karbon dari baja. Pengerasan pada daerah pengaruh panas dapat dicegah dengan cara menggunakan baja kadar karbon rendah (Ceg) dan baja kadar karbon untuk retak dingin (PCM). Memperlambat pendinginan pada daerah las dengan proses pemanasan secara cepat setelah proses pengelasan juga efektif untuk mencegah perkerasan pada daerah pengaruh panas dan untuk  pembebasan tegangan sisa.

Metode Ketiga :

Merencanakan pekerjaan pengelasan untuk  meminimalkan tingkat ketahanan dan untuk menghindari konsentrasi tegangan. Reaksi tegangan pada daerah las sangat bervariasi tergantung pada ketebalan plat, bentuk sambungan dan urut-urutan pengelasan. Tingkat ketahanan dapat diminimalisir dengan membuat pertimbangan-pertimbangan pada tahap perencanaan dan dengan pemilihan kondisi pengelasan yang tepat. Juga perlu untuk   menghindari konsentrasi tegangan dengan mencegah  terbentuknya takikan geometris dan kerapuhan pada daerah pengaruh  panas.

footer-banner

 

 

 

Recent Posts