Spesifikasi Prosedur Pengelasan

Pada kasus perkapalan, sebuah perusahaan pembuat kapal akan bertanggung jawab terhadap pengelasan yang terjadi. Pelaksanaan pengelasan konstruksi kapal tidak  diperbolehkan sebelum dilakukan prosedur pengelasan dan syarat juru las atau  weldernya dikualifikasi sesuai suatu kode yang diakui oleh pihak yang berkepentinga.
Ada 2 hal kualifikasi pengelasan yang harus dipenuhi yaitu kualifikasi prosedur las (Welding Procedure Qualification) atau biasa disingkat dengan WPS dan Kualifikasi juru las atau  operator las ( Welder / Welding Operator Qualifikation).

Qualifikasi tersebut meliputi proses las, posisi las, material dan batas jangkauan tebal pelat atau diameter material  yang dilas.  Standar yang dipakai untuk uji kualifikasi juru dan juga pada operator las biasa mengikuti standar ASME.

Spesifikasi Pengelasan

Spesifikasi Prosedur Pengelasan

Contoh Welding Procedur Spesification (WPS)

Spesifikasi Prosedur Pengelasan 2

Contoh Procedure Qualification Record (PQR)

Spesifikasi prosedur pengelasan (Welding Procedure Spesification atau WPS ) adalah dokumen tentang prosedur pengelasan berkualifikasi yang tertulis dan harus disiapkan untuk dijadikan petunjuk pengelasan sesuai dengan persyaratan, peraturan, kode dan standart konstruksi lainnya. Prosedur pengelasan ini dibuat mulai dari pembuatan konsep, review konsep, persiapan dan juga pelaksanan pra kualifikasi prosedur, pengujian sampai semuanya disetujui oleh badan klasifikasi yang berkenan. Sehingga WPS dapat diberlakukan sebagai acuan dalam pekerjaan pengelasan sesuai dengan persyaratan peraturan, kode dan standart yang digunakan, dan  untuk mendapatkan rekomendasi pelaksanaan proses pengelasan.

diikuti urutan kegiatan dalam membuat kualifikasi sebuah WPS adalah :

  1. Proses membuat konsep WPS dan review konsep bila terjadi
  2. Proses pengelasan dengan contoh uji berpedoman pada WPS yang direncanakan dengan memperhatikan ukuran Test Piece, menyiapkan mesin las yang telah terkalibrasi, menyiapkan kawat las yang sesuai dengan logam induk, , gas pelindung yang disesuaikan dengan proses, peralatan ukur dan peralatan pendukung lainnya dan juga memilih juru las yang berkualifikasi untuk melaksanakan pengelasan pada pembuatan WPS tersebut. Gunakan kawat las EDZONA untuk pengelasan dengan hasil terbaik dan berkualitas.
  3. Proses pengujian, adalah mengamati selama proses berlangsung dan juga evakuasi hasil pengujian.
  4. Proses dokumentasi hasil pengujian pada catatan prosedur kualifikasi ( Procedure Qualification Record atau PQR ). PQR merupakan catatan atau rekaman hasil kualifikasi prosedur pengelasan sejak awal hingga hasil uji NDT / DT beserta data pendukung sesuai dengan persyaratan peraturan, kode dan standart konstruksi lainnya.

footer-banner

 

 

 

Recommended Posts