Polaritas Pada Pengelasan

Polaritas Pada Pengelasan

Pembagian Jenis Polaritas

Polarisasi adalah posisi penempatan kabel yang menjadi penghubung elektroda dan benda kerja pada kutub positif atau kutub negatif. Berdasarkan dari jenis arusnya, pengelasan bisa dibagi atas arus AC dan DC, sedangkan arus DC sendiri dibagi menjadi dua yaitu :

1. Las Direct Current Straight Polarity (DCSP) / Polaritas Langsung / Lurus

Pada jenis polaritas ini terjadi bila kutub negatif dihubungkan dengan eletroda sedangkan kutub positif dihubungkan dengan benda kerja.

Proses : Pada pengelasan dengan cara ini yang terjadi adalah busur listrik bergerak dari elektrode ke material dasar sehingga tumbukan elektron berada di material dasar yang akan berakibat duapertiga panas yang dihasilkan akan berada di material dasar sedangkan sepertiganya berada di elektroda, pada cara ini hasilnya adalah pencairan material dasar menjadi lebih banyak dibandingkan dengan elektrodenya dan hasil las akan memiliki penetrasi yang cukup dalam, sehingga sangat baik digunakan dalam pengelasan yang lambat serta pada proses yang manik lasnya sempit  atau juga untuk proses pada pelat yang tebal.
Kelebihan : Mempunyai karakteristik tertentu yang mampu menghasilkan busur yang stabil pada hasil pengelasan, bisa mencair dengan kemampuan arus 1000 A dan tegangan terbuka 40-45 V.
Kekurangan : Tidak bisa mengelas benda kerja dengan tingkat ketebalan tinggi.

2. Las Direct Current Reverse Polarity (DCRP) / Polaritas Terbalik

Kondisi polaritas ini bisa terjadi jika kutub negatif dihubungkan dengan benda kerja sedangkan kutub positif dihubungkan dengan elektroda.

Proses : Busur listrik akan bergerak dari material dasar ke elektrode kemudian tumbukan elektron berada di elektrode yang berakibat duapertiga panasnya  berada di elektroda dan sepertiga panasnya berada di material dasar, pada proses dengan cara ini akan dapat menghasilkan pencairan elektrode yang lebih banyak dan akan mampu memberikan hasil las yang mempunyai penetrasi dangkal serta akan sangat baik digunakan pada pengelasan pelat yang tipis dengan bentuk manik las yang lebar.
Kelebihan :Bisa lebih efisien, mampu mengelas benda yang tebal.
Kekurangan : Mempunyai polaritas yang berbeda-beda pada tiap siklus sehingga bisa kehilangan energi yang diabaikan, tidak mampu melakukan pengelasan pada benda kerja yang terlalu tipis.

Perbedaan Dengan Pengelasan Denagn Arus Ac

Pada proses pengelasan Las Alternating Current (AC) yang menggunakan las listrik arus bolak balik tidak memiliki kutup positip dan negatif kaerna keduanya sama, maka dari itu jika letak penyambungannya dibolak balik hasilnya akan tetap sama dan masing-masing kutup akan mendapatkan panas 50 % sehingga bisa terjadi penetrasi normal.

footer-banner

 

 

 

Recommended Posts