Pengujian Las Non Destructive

Pengujian Las Non Destructive

Pengertian Pengujian Las Non Destructive

Ada dua jenis pengujian las yaitu pengujian Destruktif dan Non Destruktif Test dimana masing-masing pengujian las tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Pengujian Las jenis ini disebut dengan istilah NDT yaitu singkatan dari Non-Destructive Test. Pada proses pengujian ini dapat dilakukan dengan cara tanpa merusak bagian dari konstruksi yang akan diuji, pengujian yang termasuk dalam kelompok ini bertujuan untuk menguji hasil pengelasan dari cacat luar maupun cacat di bagian dalam. Istilah lain untuk penyebutan proses pengujian ini adalah ujian tak rusak (NDE), evaluasi tak rusak (NDE) atau inspeksi tak rusak (NDI).

Pilihan Cara Pengujian Non Destructive

  1. Pada dasarnya pengujian dengan cara ini adalah dengan cara penyinaran. Bisa menggunakan sinar x atau sinar yang mampu menembus logam. Alat yang digunakan sebagai alat ukur penembusan sinar hasil dari penyinaran yaitu penetrometer. Hasil dari pemotretan akan sangat bergantung pada kekuatan sinar dan lama waktu proses penyinaran.
  2. Proses dari pengujian ini adalah berupa suatu gelombang suara dengan frekuensi yang tinggi dengan dirambatkan kedalam logam yang akan diuji dengan cara menggunakan alat yang dapat mengirim dan juga menerima gelombang suara hasil pengujian, alat tersebut disebut sebagai proba. Jika ada acat pada hasil pengujian maka suara akan dikirimkan kembali dengan dipantulkan sehingga diterima kembali oleh proba. Bagian penerimaan proba ini menggunakan tabung sinar katoda atau juga bisa dengan kertas pencatat. Ada dua macam proba yaitu proba tegak dan proba miring.
  3. Serbuk Magnet. Inti dari proses pengujian dengan serbuk magnet adalaha dengan cara pada logam ferromagnetik yang mempunyai cacat dan akan dites selanjutnya diletakkan dalam medan magnet, sehingga pada tempat terjadinya cacat tersebut akan terjadi kebocoran magnet jika pada permukaan logam tersebut ditaburkan serbuk besi, lalu serbuk besi tersebut akan mengikuti arah pola medan magnet. Maka dengan cara ini cacat di dalam ferromagnetik akan dapat ditentukan, namun jika arah cacat tidak diketahui maka akan perlu dilakukan pengujian dari dua arah, keadaan permukaan juga akan mempengaruhi kepekaan, dikarenakan permukaan tersebut harus halus, bersih serta kering.
  4. Pengujian dengan cara ini berdasarkan pada terjadinya arus pada logam yang akan dilakukan pengujian. Besarnya cacat bisa dihubungkan dengan hasil besarnya arus yang akan terjadi.

footer-banner

 

 

 

Recommended Posts