Pengelasan Padat

Pengelasan Padat

Proses Pengelasan Padat

Pada proses pengelasan padat tidak menggunakan logam pengisi dan penyambungan dapat dilakukan dengan tekanan saja atau bisa juga dengan tekanan dan panas. Jika proses yang dipilih menggunakan panas dan tekanan, maka jumlah panas yang digunakan dari luar biasanya tidak cukup untuk melebur permukaan benda kerja yang dikerjakan. Namun pada beberapa kasus jika proses menggunakan panas dan tekanan ataupun tekanan saja tapi energi yang dihasilkan cukup besar, maka akan dapat terjadi peleburan yang terlokalisir hanya pada permukaan kontak. Pada pengelasan padat ikatan metalurgi yang didapatkan dengan sedikit atau juga tanpa peleburan logam dasar.

Syarat Terjadinya Ikatan Metalurgi Yang Baik

Agar dapat terjadi ikatan metalurgi yang baik ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi, yaitu : Kedua permukaan kontak harus pada kondisi yang sangat bersih, Kedua permukaan kontak yang ada tersebut harus saling menempel dengan posisi sangat rapat agar bisa terjadi ikatan atom

Keuntungan Pengelasan Padat

Bila dibandingkan dengan pengelasan lebur, ada beberapa keuntungan yang didapatkan pada pengelasan padat, yang antara lain adalah :

  • Jika tidak terjadi peleburan maka tidak akan terbentuk daerah pengaruh panas (HAZ) sehingga logam disekeliling sambungannya tersebut masih mempunyai sifat-sifat aslinya
  • Pada umumnya proses ini dapat menghasilkan sambungan las yang meliputi semua permukaan kontak dan tidak sama dengan yang terjadi pada proses pengelasan lebur yang sambungannya berupa titik atau kampuh las
  • Ada beberapa proses pengelasan padat yang dapat digunakan pada proses penyambungan logam yang berbeda tanpa harus memperhitungkan ekspansi termal relatif, konduktivitas maupun masalah lainnya yang bisa saja timbul jika melakukan proses pengelasan lebur saat menyambung logam yang beda jenis.

Kelompok Pengelasan Padat

  1. Pengelasan Tempa (Forge Welding). Merupakan teknik penyambungan logam tertua, dimana pada proses tersebut komponen logam yang akan disambung akan dipanaskan dulu hingga temperatur kerja lalu berikutnya secara bersamaan ditempa dengan palu atau juga bisa dengan peralatan lain sampai tersambung menjadi satu.
  2. Pengelasan Dingin (Cold Welding, CW). Merupakan proses penyambungan logam dengan temperatur ruang dengan pengaruh tekanan. Tekanan tersebut akan mengakibatkan permukaan benda kerja akan mengalami aliran sehingga menghasilkan sambungan las. Pengelasan ini biasanya digunakan pada aluminium dan tembaga, namun terkadang juga diterapkan pada penyambungan nikel, seng, dan monel.
  3. Pengelasan Rol (Roll Welding, COW). Merupakan proses yang pada penekanannya menggunakan peralatan rol yang bisa dilakukan dengan pemanasan dari luar sehingga disebut pengelasan rol panas maupun sebaliknya yang disebut sebagai pengelasan rol dingin.
  4. Pengelasan Ledak (Explosion Welding, EXW). Merupakan proses pengelasan padat yang pada dua permukaan logam yang diproses tersebut disatukan di bawah pengaruh impact dan tekanan.
  5. Pengelasan Gesek (Friction Welding, FRW). Merupakan penyambungan yang dapat terjadi dikarenakan oleh panas gesek yang diakibatkan perputaran logam satu terhadap yang lainnya dibawah pengaruh tekanan aksial
  6. Pengelasan Ultrasonik (Ultrasonic Welding, USW). Merupakan proses penyambungan pelat untuk logam yang sama jenisnya maupun tidak sejenis yang biasanya dengan membentuk sambungan tindih.

footer-banner

 

 

 

Recommended Posts