Komponen Pada Roller Conveyor

KOMPONEN PADA ROLLER CONVEYOR 2

 

Sebelumnya, telah dibahas tentang mesin roller conveyor dan fungsinya. Kali ini kita bahas tentang komponen-komponen yang ada pada roller conveyor. Komponen utama alat dan fungsi pada sistem roller conveyor adalah:

  1. Motor Pengerak. Fungsi dari motor penggerak adalah untuk menggerakkan drive roller supaya selalu berputar sesuai dengan kecepatan yang diinginka. Komponen ini pada umumnya ditempatkan di ujung paling akhir alur roller conveyor agar bisa menjaga rantai transmisi tetap tegang.
  2. Kerangka Badan. Fungsi dari kerangka badan adalah untuk menopang roller agar lokasi roller tidak berpindah-pindah. Dan untuk pemasangan roller dengan komponen ini harus pas agar tidak terjadi getaran yang tidak diinginkan saat roller berputardan dan juga saat menentukan jarak antar roller harus sesuai agar unit yang akan ditransportasikan tidak jatuh.
  3. Fungsi dari roller adalah sebagai pemindah barang yang akan ditransportasikan. ketika roller berputar harus diupayakan tidak bergetar agar tidak merusak barang yang ditransportasikan, sedangkan dimensi roller juga harus sama agar roller dapat menumpu barang dengan sempurna dan barang yang ditransportasikan tidak tersendat. Komponen ini haris diperhatikan khusus karena merupakan komponen yang paling utama sehingga desain dan perawatan adalah hal yang penting. Komponen roller ini terdiri dari pipa, rumah bearing, seal, poros, snapring, C-ring, dan bantalan.
  4. Tiang Penyangga. Fungsi dari tiang peyangga adalah untuk pondasi kerangka badan sistem roller conveyordan didesain sebagai tumpuan roller conveyor terhadap tanah yang kemudian dilalui oleh sistem conveyor.
  5. Sistem Transmisi. Fungsi dari sistem transmisi adalah untuk mentranmisikan daya pada penggerak ke sistem conveyor. Komponen ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu transmisi antara motor penggerak dengan drive roller dan transmisi antara drive roller dengan roller lain. Sistem transmisi antara motor penggerak dengan drive roller biasanya ditempatkan di ujung paling akhir dari jalur conveyor dan biasanya terdiri dari motor, speed reducer, coupling, sprocket, dan rantai. Sedangkan Sistem transmisi antara drive roller dengan roller biasanya ditempatkan pada kerangka badan sistem conveyor, biasanya digunakan sproket dan rantai dengan perbandingan kecepatan putar 1:1 agar kecepatan putar antar roller sama dan barang yang ditranportasikan dapat berjalan dengan baik.

Mekanisme Kerja

Mekanisme kerja roller conveyor secara umum adalah:

  1. Motor penggerak sebagai pemutar poros pada motor pada sistem transmisi menuju drive roller.
  2. Putaran poros pada motor ditransmisikan ke drive roller melalui sistem transmisi
  3. Drive roller mentransmisikan putaran roller ke roller lain dengan tranmisi rantai
  4. Antar roller diberi jalur transmisi yang sama dengan perbandingan transmisi 1:1 sehingga putaran antar roller mempunyai kecepatan yang sama.
  5. Drive roller yang terpasang sistem transmisi tersebut ikut berputar karena daya yang disalurkan oleh sistem transmisi.
  6. Transmisi antar roller tersebut diteruskan sampai ke roller paling terakhir.

Demikian adalah pembahasan cara kerja roller conveyor, sedangkan untuk perawatan dan perbaikannya adalah menggunakan kawat las EDZONA. Untuk konsultasi ataupun pemesanan bisa melalui email info@kawatlasedzona.com

footer-banner

 

 

 

Recommended Posts