Kawat Las Mesin Industri Jamu

Kawat Las Mesin Industri Jamu

Proses Pengolahan Jamu

[1] Bahan Baku Mentah (Disortasi), Bahan baku yang telah diperoleh, selanjutnya disortir sesuai jenisnya masing-masing dan dipilah mana bahan yang layak dan bahan yang tidak layak produksi. [2] Pencucian, Bahan baku yang sudah dipilih dan layak produksi kemudian dicuci untuk membersihkan bahan baku tersebut dari kotoran-kotoran yang masih menempel. [3] Pengovenan, Kadar air yang terkandung dalam bahan baku tersebut tidak boleh lebih besar dari 10%, maka harus dilakukan pengovenan untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam bahan baku. Selain itu tujuan dari pengovenan adalah untuk membuat bahan baku menjadi lebih tahan lama. [4] Penanganan Bahan Baku Matang, Bahan baku yang sudah matang dari proses pengovenan sebelumnya kemudian akan dimasukkan ke proses produksi, namun sebagian ada yang disimpan di gudang. [5] Bahan Baku Matang yang Disimpan, Sebagian dari bahan baku matang yang disimpan di gudang bahan baku digunakan  sebagai stok persediaan. [6] Tahap Penggilingan I, Bahan baku matang yang akan diproses kemudian dimasukkan ke proses penggilingan  agar tekstur menjadi halus dan mudah diproduksi selanjutnya.

Proses Jamu Serbuk

[7] Tahap penggilingan II, Proses Penggilingan II merupakan langkah awal untuk produksi jamu yang berbentuk serbuk, bahan baku matang yang sebelumnya sudah melalui penggilingan I diproses di tahapini dengan digiling lagi agar lebih halus. [8] Pengayakan, Bahan baku matang yang sudah melewati proses penggilinagn I dan II sebelumnya, kemudian dilakukan pengayakan pada tahap ini.

Proses Jamu Cair

[9] Ekstraksi, Proses Ekstrasi merupakan langkah awal untuk produksi jamu yang berbentuk cair, Proses Ekstraksi dilakukan apda bahan baku matang yang sebelumnya sudah melalui penggilingan I, pada tahap ini kemudian diekstrak untuk selanjutnya diambil sarinya.

Proses Selanjutnya untuk Jamu Serbuk dan Cair

[10] Proses Pembuatan/Peracikan Jamu, Proses Pembuatan Jamu disini tergantung nerdasarkan jenis bahan baku yang digunakan dan juga berdasarkan jenis fisik  jamu yang akan dibuat yang antara lain adalah jamu serbuk, jamu cair, jamu sari daun dan akar-akaran, jamu instan dari empon-empon, jamu pil, jamu kapsul dan jamu tablet. [11] Pengemasan, Produk Jamu yang sudah selesai proses produksinya kemudian dikemas, biasanya pengemasan ini memiliki ruang yang tersendiri degan suhu 260 C, hal tersebut dikarenakan produk jamu sangat rentan terkontaminasi. Bahan yang digunakanpada pengemasan adalah plastic metalize yang merupakan plastik tipis yang berlapis laminates dengan lapisan logam atau aluminium, sehingga akan sulit menyerap air, minyak ataupun udara.

Mesin Dan Peralatan Produksi Industri Jamu

Mesin dan peralatan yang digunakan pada produksi jamu pada umumnya terdiri dari sebagai berikut :

[1] Mesin Penyangrai, Fungsi : Untuk melaksanakan penyangraian bahan baku tertentu yang membutuhkan proses pengurangan air misal pada bahan baku jahe, kunyit, kencur, dan yang lainnya, proses ini dilakukan agar kadar air yang terkandung pada bahan baku tersebut berkurang. [2] Mesin Penggiling, Fungsi : Untuk melakukan pemecahan bahan baku agar menjadi pecahan-pecahan sesuai kebutuhan. [3] Mesin Penghalus, Fungsi : Untuk melakukan pemecahan bahan baku yang sudah diproses mesin penggiling dan masih berupa pecahan kasar agar menjadi serbuk yang lebih halus yang pada umumnya harus lolos saring 80 mesh. [4] Mesin Pengayak, Fungsi : Untuk melakukan pengayakan bahan baku yang sudah diproses oleh mesin penghalus menjadi serbuk halus, sehingga agar dapat lolos dari saringan 80 mesh dan 100 mesh. [5] Mesin Pencampur, Fungsi : Untuk melakukan tugas pencampuran bahan baku yang sebelumnya sudah diayak, sehingga menjadi lebih homogen. [6] Mesin pengering (cabinet drier), Fungsi : Untuk melakukan pengeringan bahan baku yang sudah tercampur pada mesin pencampur, agar kadar airnya berkurang. [7] Mesin Pengisi Serbuk, Fungsi : Untuk melakukan penakaran dan pengisian serbuk jamu yag telah selesai proses produksinya ke dalam masing-masing kemasan yang tersedia dan dilakukan secara semi manual. [8] Mesin Pengelas, Fungsi : Untuk merekatkan kemasan jamu yang terbuat dari metalize. [9]  Incenerator, Fungsi : Untuk pembakaran sisa pembungkus jamu yang tidak terpakai, agar dapat di daur ulang, mesin ini menggunakan bahan bakar berupa petrodiesel dan suhunya mencapai 12000 C. [10] Traktor/Bighoe, Fungsi : Untuk pengolahan ampas produksi jamu yang berupa sisa-sisa jamu yang nantinya bisa dijadikan pupuk organik.

Kerusakan Mesin Industri Jamu

Sebagian besar mesin pada industri jamu membutuhkan perawatan rutin pada bagian-bagian mesinnya. Hal tersebut juga dikarenakan material yang terkena panas yang cukup tinggi pada proses produksi maupun karena kuantitas produksi yang besar sehingga mengikis beberapa bagian yang seharusnya selalu bekerja optimal.

Kawat Las Perbaikan Mesin Industri Jamu

Kawat las EDZONA adalah solusi pilihan yang sangat tepat untuk mempermudah anda dalam perbaikan mesin-mesin pada industri jamu. Kawat Las EDZONA memiliki berbagai macam type yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda berdasarkan material bagian yang akan dilas yang beragam, maupun dari segi ketahanan terhadap panas tinggi dan ketahanan dari bahan kimia. Berikut ini beberapa produk yang sering digunakan untuk perbaikan mesin industri jamu :

Silahkan kunjungi menu produk untuk mempelajari lebih detail tentang kawat las Kami.
footer-banner

 

 

 

Recommended Posts