Teknik Las Rigi SMAW

Teknik Las Rigi SMAW Dibawah Tangan ( 1F dan 1G)

Teknik Las Rigi SMAWPengelasan rigi-rigi adalah dasar pengelasan dengen ketelitian pembuatan jalur las, kestabilan tangan dalam menghidupkan, menjalankan dan menghentikan pengelasan. Proses pembuatan rigi-rigi las dengan menyalakan elektoda pada permukaan las 15 mm dari pinggir benda kerja. Jika busur listrik sudah menyala mulai jalankan elektoda ke permulaan las. Untuk membuat alur las, kawat las dijalankan perlahan mundur ke kanan.

Dalam proses pengelasan harus selalu memperhatika kecepatan pengelasan agar selalu konstan. Busur listrik yang terlalu panjang dapat menyebabkan terlalu banyan percikan di sekitar alur las. Selama proses pengelasan, posisi kawat las lebih baik agak ke arah pengelasan lebih kecil dari 90 derajat ( arah memanjnag 70-80 derajat) dan sudut 90 derajat kearah melintangnya

Menghentikan Pengelasan

Jika panjang kawat las sisisa kurang lebih 50 mm, harus dilakukan penggantian kawat las baru. Untuk menghentikan pengelasan, kawat las jangan langsung ditarik menjauhi pelat. Sebaiknya diangkat dengan gerak yang arahnya berlawanan dengan aras las da dengan kecepatan yang lebih cepat. Lakukan pembersihan terak pada ujung alur las sebelum melanjutkan pengelasan. Kemudian nyaakan kawat las yang baru, mulai dari 15 mm dari ujung las yang terakhir dengan busur listrik yang agak panjang. Gerakkan kawat las ke ujung alur las dan cairkan ujung las, dan melanjutkan proses pengelasan. Untuk akhir pengelasan, gerakkan kawat las dengan arah berlawanan dan kecepatan yang lebih tinggi.

Proses 2  Teknik Las Rigi SMAW

Rigi las di atas benda kerja las disebut las penebalan, hasil las penebalan adalah kampuh dari campuran material benda kerja dan bahan tambahan dari cairan kawat las. Pada proses las penebalan, adalah di mana benda kerja dicairkan dan saat itu juga kawat las mencair dan kemudian menjadi satu. Pada gambar ditunjukkan simbol las penebalan.

Pada gambar juga dijelaskan garis petunjuk ditambah dengan garis ujung cabang. Disamping simol E menunjukkan las busur listrik manual , simbol W untuk menunjukkan bahwa las ini dalam posisi datar pada benda kerja, ( disebut posisi datar di bawah tangan / flat “die wanne”).

Terak pada pengelasan dapat melindungi alur las dari pendinginan yang terlalu cepat dan juga dapat menarik kotoran-kotoran benda padat ataupun gas di dalam cairan las aik ke permukaan las. Selama proses pengelasa, pekerja las harus benar-benar dapat mengamati posisi kawat las, agar terak dan cairan las selalu terpisah.

Kawat las Edzona

Untuk jenis pengelasan maintenance, gunakan kawat las EDZONA dengan kualitas terbaik, produk switzerland, pengiriman cepat dan sudah banyak digunakan pada industri Indonesia. Kawat las Edzona memiliki tipe : Cast Iron (Besi Cor),Stainless Steel, Problem Steel, Hardfacing, Non Ferrous Metals(aluminium, tembaga, kuningan, bronze), Cobalt Base, Cutting & Gouging, Spesial Argon
footer-banner

 

 

 

Recommended Posts