Persiapan Material Pengelasan

Persiapan Material Pengelasan

Juru Las diwajibkan paham mengenai jenis material yang akan dilakukan pengelasan. Pemahaman yang dimaksud meliputi pengetahuan tentang material tersebut mengandung besi (ferro) atau tidak mengandung besi (non ferro). Selain itu juga harus memperhatikan mengenai material tersebut merupakan bahan paduan atau bahan murni, dengan memiliki pemahaman jenis bahan dan paduannya, maka selanjutnya bisa menentukan bagaimana proses pengelasan akan dilakukan, meliputi persiapan, pelaksanaan proses dan juga finishing.

Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan dilakukan proses memutuskan hal-hal penting sebagai berikut :

  • Teknik proses las yang akan digunakan yang pilihannya antara lain adalah SMAW, GTAW, GMAW, OAW, SAW
  • Gas pelindungnya
  • Jenis elektroda yang digunakan
  • Pengaplikasian pre heating/post heating
  • Jenis polaritas yang digunakan (AC/DC+/DC-)
  • Besarnya arus pengelasan
  • Jenis nyala las untuk OAW
  • Tindakan-tindakan lainnya yang diperlukan

Persiapan tersebut perlu dilakukan agar menghasilkan hasil pengelasan yang maksimal dengan kriteria memiliki kekuatan mekanis, kimiawi ataupun syarat lainnya yang pada intinya emiliki sifat relatif sama dengan bahan material yang dilakukan pengelasan. Hasil pengelasan yang maksimal tersebut akan mempengaruhi keselamatan kerja dan umur konstruksi mesin.

Keuntungan Persiapan Material Yang Baik

Material yang digunakan pada proses pengelasan harus dipersiapkan secara serius sebelum dilakukan pengelasan karena akan memberikan kemungkinan keberhasilan jauh lebih besar dibandingkan pengelasan tanpa persiapan yang baik.

Kerugian Pengelasan Tanpa Persiapan Material Yang Baik

Beberapa hal yang mungkin bisa terjadi jika persiapan material yang dilakukan kurang baik antara lain adalah :

  • Penetrasi tidak baik. Yaitu terjadi penetrasi berlebihan dikarenakan root face terlalu tipis, root gap terlalu lebar atau juga bisa tidak terjadi penetrasi dikarenakan root face terlalu tebal, dan root gap terlalu sempit.
  • Penyempitan jalur pengelasan. Diakibatkan oleh las cacat yang tidak kuat.
  • Misaligment. Yaitu tidak ratanya benda kerja dikarenakan penempatan material sebelum di las cacat yang posisinya tidak rata.
  • Distorsi. Yaitu perubahan bentuk karena pengaruh panas.
  • Porosity. Dikarenakan benda tidak dibersihkan dari karat atau bahan lain.

Persiapan Material Pengelasan

Persiapan material untuk proses pengelasan harus sesuai dengan Welder Prosedure  Specification (WPS) atau gambar kerja yang digunakan. WPS merupakan prosedur standar persiapan pengelasan yang didesain khusus melalui pengujian-pengujian di laboratorium oleh para ahli las yang sudah profesional, pengujian tersebut yang dimaksud dapat berupa radiography test, uji tarik, bend test,  atau juga structure/micro.

Persiapan material pengelasan terdiri dari :

  • Material pertama (sisi samping). Dilakukan pembersihan dari kotoran, karat atau bahan lain.
  • Material kedua (sisi yang berhubungan). Dilakukan gerinda rata pada area etrsebut agar pada saat dihubungkan dan saat diterawang tidak terdapat celah diantara keduanya, bila masih ada celah maka akan mengakibatkan penetrasi yang kurang baik. Bila dilakukan pengujian etsa, pada bagian yang celah tersebut tidak akan terjadi fusi atau tidak terjadi perpaduan logam tambah dengan material las, namun pada bagian tersebut akan terisi oleh terak dan selanjutnya disebut cacat slack inclution (terak terperangkap) disebabkan bagian tersebut terisi terak dan bukan logam sehingga bagian tersebut akan menjadi titik lemah dari konstruksi yang dikerjakan.

Spesifikasi Posisi Penempatan Material Pada Meja Kerja

Penempatan benda kerja disesuaikan dengan posisi pengelasan, dimana posisi pengelasan antara lain adalah :

  • 1F, 2F, 3F, 4F, 5F, 6F
  • 1G, 2G, 3G, 4G plate
  • 1G, 2G, 5G, 6G, 6GR (pipa)

Berbagai pilihan posisi pengelasan tersebut menunjukkan kualifikasi operator las yang berhak melakukan peneglasan, bila operator las mempunyai sertifikat kualifikasi 6G, maka diperbolehkan untuk melakukan pengelasan dengan semua posisi, namun bila operator las mempunyai sertifikat 4G plate, maka operator las tersebut tidak diperbolehkan melakukan pengelasan pipa pada posisi apapun, tetapi boleh melakukan pengelasan pada posisi pengelasan 1F, 2F, 3F, 4F ataupun 1G, 2G, 3G dan 4G.

Kawat Las Maintenance Edzona

Untuk mendapatkan hasil pengelasan yang maksimal seperti disebutkan pada tahap persiapan antara lain adalah pemilihan jenis electroda yang benar dan berkualitas baik. Silahkan kunjungi menu produk EDZONA untuk mendapatkan kawat las dengan kriteria kualitas terbaik.

footer-banner

 

 

 

Recommended Posts